Kemarin yang lalu aku sangat kesal sekali. Banyak kejadian yang membuatku marah seperti singa yang dibangunkan dari tidurnya. Ya, seperti itulah aku saat itu. Ditambah lagi ada orang yang sangat membuatku marah padahal dia tak melakukan sesuatu yang salah padaku. Ya saat itu kejadiannya seperti ini :
“Cklek….”suara saat aku membuka pintu warnet.
“Aduh! Mbok ne sialan kok!! Blenek aku!! internetnya lola banget!!! Bayangkan dari 5 warnet yang aku kunjungi, tak 1 pun warnet yang koneksi ke internetnya cepet , lola banget!!apa mungkin bulek speedy lagi tidur ya!!” kata hatiku saat itu.
Sesegera aku naiki sepeda motorku dan menyetaternya.
“Jgreeeng……jgeeng….” suara sepeda motorku.
“Mas….mas….” teguran seseorang yang ada dibelakangku.
“Ada apa……!!!!” kataku sambil marah.
“Oh…. sebentar” kataku ketika tahu orang itu minta uang parkir.
“Mas….ini!!!, tapi saya cuma punya uang Rp700, nggak pa-pa ya mas” kataku sambil mencibir.
“Lho kurang mas, Rp1000 seharusnya” kata tukang parkir itu.
“Nggak ada mas” kataku tajam.
Ketika aku bilang”nggak ada mas” orang itu sontak diam dan langsung pergi meninggalkanku. Dibenakku berkata:
“Aduh tukang parkir di Indonesia memang menjamur dimana-mana, ya!Bayangkan dari 5 internet yang aku kunjungi, semuanya ada tukang parkirnya, apa orang Indonesia memang cocok dengan pekerjaan itu ataukah memang orang indonesia sukanya pekerjaan yang hanya tinggal menunggu imbalan (alias malas pakai otaknya) ataukah memang terbelit keadaan ekonomi yang sulit yang mereka buat sendiri”.
Tak hanya itu, tukang parkirpun juga menjamur di berbagai tempat seperti tempat les( tempat lesku maksudnya), toko obat alias apotik, supermarket bahkan menurut survei yang aku lakukan sendiri tentang hal ini, menyatakan bahwa diseluruh supermarket baik yang besar maupun yang kecil pasti ada yang namanya tukang parkir, kalau yang besar sih nggak masalah tapi kalo yang kecil ada semuanya dan anda tahu sendiri berapa banyak supermarket mini di Indonesia bisa-bisa APBK alias anggaran pengeluaran belanja kita pasti juga akan bertambah bukan, tapi bukan berarti aku memojokkan yang namanya tukang parkir, namun aku justru memberi solisi yaitu mereka harusnya ada yang menampung untuk diberi lapangan kerja agar mereka juga tidak disebut sebagai beban negara karena mereka inikan bisa dibilang pengangguran elit alias pengangguran ekonomi sulit!!
Bagaimana menurut anda ??

NB:

Buat temen-temen yang ngasih award ke aku maaf ya aku bisa nampilin di halaman award aja, soalnya aku barusan bikin artikel baru!!!! Dan bagi temen-temen yang mau ambil award silakan ambil di halaman awardku.

Iklan